PESAN PADA HARI INTERNASIONAL UNTUK MENGENANG DAN MENGHORMATI KORBAN TERORISME YANG PERTAMA

PESAN PADA HARI INTERNASIONAL UNTUK MENGENANG DAN MENGHORMATI KORBAN TERORISME YANG PERTAMA

21 August

Terorisme merupakan salah satu masalah yang paling menantang saat ini dan merupakan ancaman serius bagi perdamaian dan keamanan internasional. Dari Tajikistan hingga ke Britania Raya, dari Baghdad ke Barcelona, ​​serangan kejam ini telah mengguncang kita semua. Tidak ada negara yang dapat menganggap dirinya kebal, dimana hampir setiap negara di dunia menjadi korban serangan teroris.

Perserikatan Bangsa-Bangsa sendiri secara teratur telah menjadi sasaran. Dua puluh dua orang telah gugur dalam sebuah serangan terhadap markas besar misi PBB di Irak, yang terjadi 15 tahun lalu pekan ini. Beberapa misi pemeliharaan perdamaian kami kerap berada di bawah ancaman secara terus menerus.

Namun setelah terjadinya serangan teroris, kami jarang mendengar tentang mereka yang terbunuh dan terluka; kehidupan dan kegiatan sehari-hari warga  biasa, perempuan, laki-laki, anak perempuan dan anak laki-laki telah berakhir atau berubah selamanya. Kami jarang mendengar tentang keluarga, teman, dan komunitas mereka yang masih hidup, yang harus belajar untuk hidup dengan beban terorisme sepanjang hidup mereka.

Hari ini, Hari Internasional untuk Mengenang, dan Menghormati Korban Terorisme, mengingatkan kita untuk mendengarkan para korban serta mereka yang selamat dari serangan terorisme, untuk membangkitkan suara mereka dan mengakui dampak terorisme terhadap kehidupan mereka.

Kita semua bisa belajar dari pengalaman mereka. Komunitas di seluruh dunia menunjukkan ketahanan mereka dalam menanggapi berbagai serangan teroris. Mereka melawan terorisme dan ekstremisme kekerasan dalam kehidupan sehari-hari mereka, di sekolah, pasar, dan tempat ibadah mereka.

Mendukung korban dan keluarga mereka adalah kewajiban moral, dengan memajukan, melindungi dan menghormati hak asasi manusia mereka. Merawat para korban dan penyintas serta memperkuat suara mereka membantu menantang narasi kebencian dan perpecahan yang ingin disebarluaskan oleh terorisme. Kita perlu untuk memberikan bantuan jangka panjang kepada para korban, termasuk dukungan keuangan, hukum, medis, dan psikososial. Ketika kita mengangkat para korban dan penyintas terorisme, mendengarkan suara mereka, menghormati hak-hak mereka dan memberi mereka dukungan dan keadilan, kita menghormati ikatan kebersamaan kita, dan mengurangi kerusakan abadi yang dilakukan oleh teroris terhadap individu, keluarga dan masyarakat. Saya mengucapkan terima kasih kepada mereka yang telah bersedia untuk berbicara menentang terorisme setiap harinya. Suara Anda penting, dan keberanian Anda dalam menghadapi kesulitan adalah pelajaran bagi kita semua.

Hari ini dan setiap harinya, Perserikatan Bangsa-Bangsa berdiri dalam solidaritas dengan Anda.