Komunitas Kemanusiaan mendukung upaya Pemerintah dalam penanganan darurat bencana gempa bumi dan tsunami Sulawesi Tengah

Komunitas Kemanusiaan mendukung upaya Pemerintah dalam penanganan darurat bencana gempa bumi dan tsunami Sulawesi Tengah

02 Oktober 2018 (Jakarta): Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bersama komunitas kemanusiaan secara luas di Indonesia, siap mendukung Pemerintah Indonesia dalam penanganan darurat bencana gempa bumi dan tsunami yang melanda Sulawesi Tengah pada 28 September.

Pada tanggal 1 Oktober, Pemerintah Indonesia melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Luar Negeri, menyambut baik tawaran khusus bantuan internasional yang sejalan dengan kebutuhan kemanusiaan yang teridentifikasi di lapangan. Sejak bencana itu terjadi, lembaga-lembaga kemanusiaan telah berkomunikasi erat dengan Pemerintah untuk lebih memahami situasi di daerah-daerah yang terkena bencana dan siap memberikan dukungan apa pun yang diperlukan.

Penanganan darurat bencana gempa bumi dan tsunami dikoordinasikan oleh BNPB dan badan penanggulangan bencana daerah (BPBD), di bawah kepemimpinan Menteri Koordinator Politik dan Keamanan. Para aktor kemanusiaan, termasuk Palang Merah, LSM dan badan-badan PBB, sudah berada di lapangan atau dalam perjalanan ke daerah-daerah yang terdampak bencana untuk segera memberikan bantuan darurat dan melakukan penilaian untuk lebih memahami kebutuhan mendesak.

UN Resident Coordinator di Indonesia, Ibu Anita Nirody mengatakan, “Pemerintah Indonesia memiliki pengalaman dan kapasitas yang signifikan untuk mengelola bencana alam, tetapi mengingat skala dan kerumitan keadaan darurat ini dikombinasikan dengan respon terhadap serangkaian gempa bumi baru-baru ini di Lombok dan sisa kebutuhan di sana, badan-badan PBB dan LSM bekerja sama dengan kementerian Pemerintah untuk menyediakan semua dukungan teknis yang diperlukan.”

Sebagai akibat dari gempa bumi dan tsunami, diketahui 844 orang meninggal dan lebih dari 48.000 orang meninggalkan rumah mereka dan tinggal di tempat pengungsian. Angka-angka ini diperkirakan akan meningkat karena informasi terus datang dari daerah-daerah yang terkena bencana.

“Setelah bencana, jalan dan jembatan hancur, jalur komunikasi menurun, dan tanah longsor menyebabkan banyak daerah tidak dapat dijangkau. Akibatnya, sulit untuk mendapatkan informasi tentang situasi di lapangan, dan untuk mendapatkan bantuan dan orang-orang.” kata Ms. Nirody.

“Dengan begitu banyak orang kehilangan semua harta benda mereka dan dengan banyak layanan dasar, ada kebutuhan mendesak dan mendesak untuk makanan, air bersih, tempat tinggal, perawatan medis dan dukungan psikososial.”

 

Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi:

Helen Mould, Petugas Informasi Publik, mould@un.org Tel. +66 63 270 9122